http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/issue/feedAl-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam2026-03-02T18:09:17+07:00Muh. Dzihab Aminuddin Spascasarjanadzihabsyukri@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Al-Irsyad adalah publikasi akademik yang didedikasikan untuk Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel terkait dengan pendidikan agama Islam, pemahaman dan aplikasi ajaran Islam dalam konteks pendidikan formal dan non-formal. Jurnal Al-Irsyad berkomitmen untuk mengembangkan wawasan keislaman dalam pendidikan dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran agama Islam.</p> <p><strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1ErCSVYlp1Z2jqwvPFy_jjuGiCi0nitPS/view?usp=sharing">E-ISSN: 3123-9978</a></strong></p>http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/165UPAYA UPAYA PENGUATAN AKHLAKUL KARIMAH MELALUI PEMBELAJARAN FIKIH BERBASIS KITAB SULAM TAUFIQ SISWA KELAS X A DI MA HASYIMIYAH SUKOLILO BANCAR TUBAN 2025-12-11T13:28:30+07:00Intan Dzihriyatiintandzhiriyatiaja@gmail.com<p><strong><em>ABSTRAK</em></strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji upaya guru Fiqih dalam memperkuat akhlakul karimah siswa, khususnya pada aspek etika berbahasa, melalui pembelajaran berbasis kitab klasik <em>Sulam Taufiq</em> di MA Hasyimiyah Sukolilo Bancar Tuban. Latar belakang penelitian berangkat dari temuan bahwa sebagian siswa masih melakukan ghibah, namimah, dusta, serta ucapan tidak santun, meskipun materi tersebut telah diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Fiqih dan siswa kelas X-A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kitab <em>Sulam Taufiq</em>, terutama pada bab <em>Ma’asi al-Lisan</em>, mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang dosa-dosa lisan serta dampaknya bagi kehidupan sosial. Selain itu, pembelajaran ini mendorong perubahan perilaku positif berupa meningkatnya kesopanan bertutur, kehati-hatian dalam berbicara, dan kesadaran moral dalam berinteraksi. Guru berperan penting sebagai pendidik dan teladan melalui metode assisted learning, penjelasan kontekstual, dan pembiasaan akhlak yang konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Fiqih berbasis kitab klasik efektif dalam membentuk karakter dan relevan diterapkan sebagai strategi penguatan moral di madrasah. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan kepribadian, sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan.</p> <p>Kata kunci : <em>pendidikan Islam; Sulam Taufiq; akhlakul karimah; pembelajaran fiqih; etika lisan</em></p>2025-12-16T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Intan Dzihriyatihttp://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/121PERAN GURU TPQ DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MEMBACA AL-QUR’AN DI TPQ DARUSSALAM DESA ARGOMULYO KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN TANGGAMUS2025-04-17T09:50:39+07:00Huril Ainiainihuril415@gmai.comlina wulandarilinawulandari960@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Peran Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an pada santri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sebagai dasar pemahaman agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan santri TPQ Darussalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru TPQ memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas membaca Al-Qur’an melalui beberapa upaya, antara lain: (1) menyediakan buku qiroati, (2) memberikan materi pembelajaran tambahan, (3) menggunakan metode efektif untuk meningkatkan minat santri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru TPQ memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas membaca AL-Qur’an pada santri melalui berbagai strategi dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan santri.</em></p> <p><em>Kata Kunci: guru TPQ, kualitas membaca Al-Qur’an, metode pembelajaran, santri.</em></p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 huril aini, linahttp://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/130IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MURID KELAS II SDN 1 KEBONAGUNG 2025-11-27T23:35:22+07:00Kireina Alifakireinafadhil@gmail.comAmir Mukmininamirmuxminin05@gmail.com<p>This research examines the implementation of authentic assessment in Islamic Religious Education learning for second-grade students at SDN 1 Kebonagung. Authentic assessment, as a comprehensive approach, aims to measure students' abilities in real-world contexts. The research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Results indicate that the implementation of authentic assessment in Islamic Religious Education for second-grade students at SDN 1 Kebonagung encompasses attitude assessment (observation, self-assessment, and journals), knowledge assessment (oral tests, written tests, and assignments), and skills assessment (performance and portfolio). Write abstract in English.</p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 kireina alifa alifahttp://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/157ANALISIS PERSPEKTIF MAHASISWA MUSLIM TERHADAP JADWAL KULIAH YANG BERLANGSUNG PADA WAKTU SHOLAT2025-11-27T23:33:47+07:00ismail adha naharismailadha923@gmail.comilmiyatul khusnailmiyatulkhusna@upi.edumuhammad galang firmansyahmgalangf@upi.eduachmad faqihuddinfaqih@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Muslim terhadap jadwal kuliah yang bertepatan dengan waktu sholat, dengan fokus pada sikap dosen, kebijakan kampus, dan dampaknya terhadap kekhusyukan ibadah. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka yang diisi oleh 38 mahasiswa Muslim dari berbagai program studi di salah satu universitas negeri di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa masih mengalami benturan antara jadwal kuliah dan waktu sholat dengan frekuensi yang cukup sering. Sikap dosen terhadap pelaksanaan sholat dinilai cukup positif, meskipun belum merata di seluruh mata kuliah. Selain itu, mayoritas mahasiswa menilai jadwal kuliah berpengaruh terhadap kekhusyukan ibadah mereka, terutama pada waktu sholat wajib. Mahasiswa juga menyatakan perlunya kebijakan kampus yang lebih fleksibel agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas akademik. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai spiritual dalam sistem akademik untuk menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab religius dan akademik di perguruan tinggi.</p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 ismail adha nahar, ilmiyatul khusna, muhammad galang firmansyah, achmad faqihuddinhttp://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/160DAMPAK BIAS GENDER TERHADAP PRILAKU SEKSUAL PERSPEKTIF AL-QUR’AN2025-12-03T14:49:06+07:00Agung Kurniawanm.agungkurniawan21@gmail.comRahmawati Nurdinrahmawatinurdin659@gmail.com<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Gender bias is one of the social factors that influences the construction of understanding and sexual behavior within society. From the perspective of the Qur’an, human equality and dignity are affirmed without distinction based on sex, as stated in Surah Al-Hujurāt [49]:13 and An-Nisā’ [4]:1. This study aims to analyze the impact of gender bias on sexual behavior by referring to the ethical, moral, and gender-relational principles taught in the Qur’an. The method employed is library research through thematic analysis of Qur’anic verses alongside contemporary literature on gender and sexual behavior. The findings indicate that gender bias can perpetuate role inequality, normalize sexual domination, and foster deviant behaviors that contradict Qur’anic values such as justice, responsibility, and the sanctity of sexual relations. The Qur’an provides a normative framework emphasizing reciprocity (mubādalah), respect for human dignity, and self-restraint as the foundation for ethical and healthy sexual behavior. Therefore, eliminating gender bias constitutes an essential effort in cultivating civilized sexual conduct in accordance with Qur’anic teachings.</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Bias gender merupakan salah satu faktor sosial yang dapat memengaruhi konstruksi pemahaman dan perilaku seksual dalam masyarakat. Dalam perspektif Al-Qur’an, kesetaraan dan kemuliaan manusia ditegaskan tanpa pembedaan berdasarkan jenis kelamin, sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Hujurāt [49]: 13 dan QS. An-Nisā’ [4]: 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bias gender terhadap perilaku seksual dengan merujuk pada prinsip-prinsip etika, moral, dan relasi gender yang diajarkan Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui analisis tematik ayat-ayat Al-Qur’an serta kajian literatur kontemporer tentang gender dan.perilaku seksual. Hasil kajian menunjukkan bahwa bias gender dapat melanggengkan ketidaksetaraan peran, menormalisasi dominasi seksual, dan memicu perilaku menyimpang yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Qur’ani seperti keadilan, tanggung jawab, dan kesucian hubungan seksual. Al-Qur’an memberikan kerangka normatif yang menekankan kesalingan (mubādalah), penghormatan martabat manusia, serta pengendalian diri sebagai dasar perilaku seksual yang sehat dan beretika. Dengan demikian, penghapusan bias gender menjadi bagian penting dari upaya membangun perilaku seksual yang berkeadaban sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.</p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Agung Kurniawan, Rahmawati Nurdinhttp://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/162ANALISIS TANTANGAN GURU PROFESIONAL DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 2025-12-03T16:21:30+07:00Aisyah Rahma Fadhilaaisya.rahma@stittanggamus.ac.idFikriansyahsyah20830@gmail.com<p><em>Perkembangan zaman di Indonesia menuntut guru untuk mampu menyeimbangkan pendidikan yang semakin modern. Saat ini pendidikan telah memasuki era revolusi industri 4,0, dimana sebagai penggerak dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikannya guru tidak hanya mengajar tetapi mendidik dan juga membimbing peserta didik untuk menjadi manusia yang berguna bagi bangsa. Sebagai seorang guru, memiliki tugas untuk memberikan contoh yang baik dan juga mentransfer pembelajaran. Guru dituntut untuk profesional dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang pendidik, jika guru dapat mengajarkan tugas secara profesional, maka peserta didik akan menjadi manusia yang cakap, aktif, mandiri dan kreatif. Artikel ini dibuat untuk mencoba mengkaji tantangan profesional guru dalam proses pembelajaran, khususnya pada tingkat dasar di Era Revolusi Industri 40. Lancar tidaknya proses pembelajaran sebenarnya ditentukan oleh konsitensi guru sebagai guru profesional. </em></p> <p> </p>2025-12-03T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 Aisyah Rahma Fadhila, Fikriansyah