Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad <p>Jurnal Al-Irsyad adalah publikasi akademik yang didedikasikan untuk Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel terkait dengan pendidikan agama Islam, pemahaman dan aplikasi ajaran Islam dalam konteks pendidikan formal dan non-formal. Jurnal Al-Irsyad berkomitmen untuk mengembangkan wawasan keislaman dalam pendidikan dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran agama Islam.</p> <p><strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1ErCSVYlp1Z2jqwvPFy_jjuGiCi0nitPS/view?usp=sharing">E-ISSN: 3123-9978</a></strong></p> id-ID pascasarjanadzihabsyukri@gmail.com (Muh. Dzihab Aminuddin S) fikriansyah@stittanggamus.ac.id (Fikriansyah) Fri, 12 Jun 2026 02:38:28 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 TAHAPAN PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/177 <p><em>Pendidikan Islam kontemporer dihadapkan pada tantangan metodologis yang berkaitan dengan efektivitas pembelajaran, relevansi materi, serta kesesuaian pendekatan pedagogis dengan tahap perkembangan peserta didik. Dalam konteks tersebut, pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun menawarkan kerangka konseptual yang penting untuk dikaji kembali, khususnya terkait dengan konsep tahapan pendidikan yang menekankan prinsip gradualisme </em>(<em>tadarruj</em>)<em> dan pendekatan pembelajaran yang humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan pendidikan dalam pemikiran Ibnu Khaldun serta mendiskusikan relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan </em>(<em>library research</em>) <em>dengan menganalisis sumber-sumber primer berupa karya Ibnu Khaldun, terutama Al-Muqaddimah, serta sumber-sumber sekunder berupa buku metodologi penelitian, buku pendidikan Islam, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara kualitatif melalui pembacaan kritis, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual.Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan pendidikan menurut Ibnu Khaldun mencakup proses pembelajaran yang dimulai dari pengenalan pengetahuan secara global, pendalaman materi secara bertahap, hingga pengembangan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Konsep tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan pendidikan Islam kontemporer, terutama dalam mendorong pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik, penguatan karakter, serta integrasi antara aspek kognitif dan afektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teori dan praksis pendidikan Islam yang lebih adaptif dan kontekstual.</em></p> Nurlita Novianti, Sahudi Hak Cipta (c) 2026 Nurlita Novianti, Sahudi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/177 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pendidikan Multikultural Berbasis Perspektif Islam di Daerah Minoritas Islam: Studi Kasus di Tana Toraja http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/195 <p>Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang membentuk praktik keberagamaan kontekstual. Tana Toraja di Sulawesi Selatan dikenal dengan kekayaan budaya adat seperti Rambu Solo’ dan sistem kekerabatan tongkonan, serta toleransi tinggi antarumat beragama meskipun mayoritas Kristen. Penelitian ini mengkaji perilaku hidup beragama masyarakat Muslim di wilayah tersebut, interaksi antara nilai Islam dan budaya lokal, serta relevansinya dengan pengembangan pendidikan Islam. Tujuan penelitian adalah untuk memahami perilaku keberagamaan Muslim dalam konteks budaya lokal, mengetahui hubungan antara Islam dan budaya Toraja, serta mengidentifikasi implikasi bagi pendidikan Islam agar lebih adaptif dan inklusif. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari sumber ilmiah seperti buku klasik dan kontemporer, jurnal penelitian terbaru, tafsir Al-Qur’an, kitab hadis, dan literatur akademik relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis, memaparkan konsep, membandingkan pandangan ulama, serta menginterpretasikan relevansinya dalam konteks Indonesia multikultural.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Muslim di Tana Toraja menjalankan ajaran Islam secara aktif namun terintegrasi dengan budaya lokal melalui gotong royong dan partisipasi dalam upacara adat, tanpa mengabaikan prinsip akidah. Interaksi Islam dan budaya Toraja bersifat akulturatif harmonis, menekankan nilai universal seperti toleransi dan solidaritas, serta dakwah persuasif yang memperkuat moderasi beragama. Kesimpulan penelitian adalah bahwa perilaku keberagamaan Muslim di Tana Toraja mencerminkan Islam kontekstual yang memperkuat harmoni sosial. Interaksi ini menjadi model bagi pendidikan Islam untuk mengintegrasikan kearifan lokal, sehingga membentuk individu religius dan toleran, serta berkontribusi pada stabilitas masyarakat multikultural di Indonesia.</p> <p> </p> <p> </p> Muthmainnah Al-uswan Sumule Hak Cipta (c) 2026 Muthmainnah Al-uswan Sumule https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/195 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 PEMANFAATAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DALAM MEMBANGUN KEAKTIFAN DAN INTERAKSI SISWA PADA PEMBELAJARAN PAI DI SMAN 3 TUBAN http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/209 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan interaksi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 3 Tuban, yang cenderung masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dan berpusat pada guru. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman dan partisipasi siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keaktifan dan interaksi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dalam pembelajaran PAI serta menganalisis peningkatan keaktifan dan interaksi siswa setelah penerapan model tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa SMAN 3 Tuban. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam bertanya, menjawab, dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, interaksi antar siswa juga mengalami peningkatan, yang ditunjukkan melalui kerja sama, komunikasi, dan keterlibatan dalam diskusi kelompok. Dengan demikian, model Snowball Throwing efektif digunakan sebagai alternatif dalam menciptakan pembelajaran PAI yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.</p> Siti Febriana Lestari, Sukron Ma'mun Andika, Hilma Lutfiana, Moh. Mundzir Hak Cipta (c) 2026 sukkron, HILMA, FEBRI, PAK MUNDZIR https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/209 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 REKONSTUKSI PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/216 <p>This study examines the reconstruction of the role of higher education institutions in the transformation of Islamic education in Indonesia amidst globalization and rapid technological disruption. Islamic higher education institutions are required to adapt institutionally, academically, and technologically while maintaining their Islamic identity. The purpose of this research is to analyze how universities reconstruct their roles in supporting the transformation of Islamic education through curriculum innovation, integration of knowledge, and digitalization. This study employs a qualitative approach using literature review and document analysis from relevant academic sources, policies, and previous research findings. The results indicate that higher education institutions play a strategic role as agents of change by developing integrative curricula that combine Islamic studies with science and technology, strengthening digital learning infrastructure, and fostering interdisciplinary research. In addition, collaboration with various stakeholders such as pesantren, government, and industry enhances the relevance and quality of Islamic education. However, challenges such as limited human resources, institutional resistance, and technological gaps remain significant obstacles. In conclusion, the reconstruction of the role of higher education is essential to create adaptive, innovative, and competitive Islamic education. Sustainable policies, capacity building, and digital transformation are key factors in achieving effective and holistic educational transformation in Indonesia.</p> <p>Keywords: curriculum innovation, digital transformation, higher education, Islamic education, knowledge integration.</p> Muhammad Aril, Nabila Syahrani Muktar, Muhammad Arjun Saputra, Idrus Latif Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Aril, Nabila Syahrani Muktar, Muhammad Arjun Saputra, Idrus Latif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/216 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 TRANSFORMASI PERGURUAN TINGGI ISLAM NEGERI DI INDONESIA: DARI SEJARAH KELEMBAGAAN HINGGA PARADIGMA KURIKULUM MODERN http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/227 <p>This study aims to analyze the transformation of Islamic higher education institutions in Indonesia, particularly the institutional change from the State Islamic Institute (IAIN) to the State Islamic University (UIN), as well as its implications for the modern curriculum paradigm. This study uses a qualitative approach with a literature study method through the analysis of various relevant scientific literature. The results of the study show that the transformation from IAIN to UIN is a response to the problem of the dichotomy of knowledge between religious sciences and general sciences, as well as an effort to adapt to the demands of globalization and the development of knowledge. This transformation not only impacts changes in institutional structure but also encourages the emergence of a curriculum paradigm that is integrative, interdisciplinary, and contextual. In addition, UIN serves as a representation of the development of modern Islamic educational civilization in Indonesia. Nonetheless, there are still various challenges faced, such as limitations in the quality of human resources and institutional strengthening. Therefore, a sustainable development strategy is needed so that Islamic universities are able to increase competitiveness at both the national and global levels</p> Nabilatuzzahra, Qonita Yuhanidz, Sutrimo Purnomo Hak Cipta (c) 2026 Nabilatuzzahra, Qonita Yuhanidz, Sutrimo Purnomo https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/227 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 SOSIOLOGI SOLIDARITAS ALUMNI PESANTREN DALAM PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN: STUDI JARINGAN SOSIAL DAN MOBILISASI SUMBER DAYA http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/244 <p>Penelitian ini bertujuan menjelaskan menjelaskan bentuk solidaritas dan kontribusi alumni terhadap lembaga pondok pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif studi jaringan sosial dan mobilisasi sumber daya. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam kepada pengasuh pondok pesantren dan alumni, kemudian dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan dan arsip pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alumni membentuk berbagai jaringan sosial sebagai bentuk solidaritas dan kontribusi terhadap pondok pesantren. Kontribusi tersebut tidak hanya bersifat materi melainkan juga inmateri. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya kajian alumni, grup digital, dan program silaturahmi sebagai media komunikasi, koordinasi, dan penguatan solidaritas. Kemudian menyelenggarakan rekruitmen santri, dan melaksanakan kegiatan sosial. Alumni memiliki ikatan yang kuat dengan kyai, lingkungan pesantren, dan memori kebersamaan selama di pesantren sehingga merasa memiliki rasa tanggungjawab untuk berkonrtibusi dalam meningkatkan mutu lembaga. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam penguatan kajian solidaritas alumni berbasis modal sosial dan jaringan sosial, sekaligus memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan pendidikan Islam dan peningkatan mutu kelembagaan pesantren secara berkelanjutan.</p> Suhartini, Muh. Hanif Hak Cipta (c) 2026 Suhartini, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/244 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 Sosiologi Lembaga Pendidikan: Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Komunitas Lokal dalam Mendukung Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/241 <p>This article is designed to examine the Collaboration of Teachers, Parents, and the Local Community in Supporting the Education of Children with Special Needs at SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto through the perspective of a sociological educational institution. The article’s main focus is directed at the claim that the success of the education of children with special needs in Islamic Elementary Schools is highly dependent on the collaboration of teachers, parents, and the local community as a social support network. The research needs to be located in schools or madrasas that empirically demonstrate social practices related to this issue. Primary data can be obtained through observations of teachers and interviews with involved educational actors, as well as documentation of institutional policies, programs, and practices. By using a qualitative approach, this article is expected to be able to show how social relations, institutional norms, educational authorities, and the experiences of students/teachers/parents shape daily educational practices.</p> Nurul Hidayani, Muh. Hanif Hak Cipta (c) 2026 Nurul Hidayani, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/241 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 SISTEM PENDIDIKAN DI JEPANG http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/282 <p>Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Keberhasilan pendidikan Jepang didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang kompeten, fasilitas pendidikan yang memadai, serta kebijakan pemerintah yang konsisten dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sistem pendidikan di Jepang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan nilai-nilai sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan Jepang melalui berbagai aspek, yaitu historis, filosofis, sosiologis, geografis, yuridis, psikologis, sistem pendidikan, kurikulum, serta peran pemerintah dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan sistem pendidikan Jepang. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan sistem pendidikan Jepang dipengaruhi oleh integrasi antara kebijakan pemerintah, budaya masyarakat, kualitas tenaga pendidik, fasilitas pendidikan yang lengkap, serta kurikulum yang terstruktur dan berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Selain itu, adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat turut mendukung terciptanya sistem pendidikan yang efektif dan berkualitas. Oleh karena itu, sistem pendidikan Jepang dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia guna meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kualitas pendidikan nasional.</p> Agus Faisal Asyha, Sipta Hak Cipta (c) 2026 Agus Faisal Asyha, Sipta https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/282 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 ECOPEDAGOGY DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM: REKONSTRUKSI PARADIGMA PENDIDIKAN BERKELANJUTAN http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/291 <p>Krisis ekologis global yang ditandai oleh perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan telah mendorong perlunya rekonstruksi paradigma pendidikan yang lebih berorientasi pada keberlanjutan. Dalam konteks ini, ecopedagogy hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan kesadaran kritis terhadap relasi manusia dan lingkungan serta mendorong transformasi perilaku menuju kehidupan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ecopedagogy dalam perspektif filsafat pendidikan Islam serta merumuskan rekonstruksi paradigma pendidikan berkelanjutan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode philosophical inquiry. Sumber data diperoleh dari Al-Qur’an, Hadis, literatur filsafat pendidikan Islam, serta berbagai karya ilmiah yang membahas ecopedagogy dan pendidikan berkelanjutan. Data dianalisis melalui teknik content analysis yang dipadukan dengan analisis filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dasar ecopedagogy memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip-prinsip filsafat pendidikan Islam, terutama konsep tauhid, khalifah, amanah, mizan, dan larangan melakukan kerusakan (fasad) di muka bumi. Penelitian ini menghasilkan rekonstruksi paradigma pendidikan berkelanjutan yang mengintegrasikan kesadaran tauhidik, tanggung jawab kekhalifahan, dan tindakan ekologis ke dalam proses pendidikan. Konsep tersebut dirumuskan dalam model Islamic Ecopedagogy, yaitu paradigma pendidikan yang bertujuan membentuk insan kamil ekologis yang memiliki kesalehan spiritual, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjawab tantangan krisis ekologis global melalui pengembangan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan.</p> Fikriansyah, Trias Andika MS Hak Cipta (c) 2026 Fikriansyah, Trias Andika MS https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/291 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 KONTRIBUSI PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA: KAJIAN HISTORIS TERHADAP GERAKAN, TOKOH, DAN LEMBAGA PENDIDIKAN http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/280 <p>Perempuan memiliki kontribusi yang signifikan dalam perkembangan pendidikan Islam di Nusantara, namun peran tersebut sering kali kurang mendapatkan perhatian dalam historiografi pendidikan Islam yang cenderung berpusat pada tokoh laki-laki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi perempuan dalam pengembangan pendidikan Islam di Nusantara melalui kajian historis terhadap gerakan perempuan, tokoh-tokoh pendidikan Islam perempuan, serta lembaga pendidikan yang mereka dirikan dan kembangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dokumen sejarah, serta literatur yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em> melalui proses pengumpulan, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam pendidikan Islam di Nusantara berkembang melalui tiga aspek utama. Pertama, perempuan berperan dalam membangun gerakan pendidikan Islam yang mendorong peningkatan akses pendidikan bagi perempuan dan memperkuat partisipasi mereka dalam kehidupan sosial-keagamaan. Kedua, tokoh-tokoh perempuan seperti Siti Walidah, Rahmah El Yunusiyah, Nyai Khoiriyah Hasyim, dan Rasuna Said menjadi agen transformasi pendidikan melalui gagasan, aktivitas dakwah, serta pengembangan model pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Ketiga, perempuan berkontribusi dalam institusionalisasi pendidikan Islam melalui pendirian dan pengelolaan berbagai lembaga pendidikan, seperti Diniyah Puteri Padang Panjang, TK Aisyiyah Bustanul Athfal, sekolah-sekolah Aisyiyah, lembaga pendidikan Muslimat NU, pesantren putri, dan majelis taklim perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga aktor utama dalam pembentukan, pengembangan, dan transformasi pendidikan Islam di Nusantara. Oleh karena itu, kajian sejarah pendidikan Islam perlu memberikan ruang yang lebih proporsional terhadap kontribusi perempuan guna menghasilkan pemahaman yang lebih inklusif dan komprehensif.</p> Jutika Fatma, Adam Hadi, Dwi Ratnasari Hak Cipta (c) 2026 Jutika Fatma, Adam Hadi, Dwi Ratnasari https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/280 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL ANTARORGANISASI ISLAM DALAM MEMBANGUN TOLERANSI SISWA DI SD ISLAM http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/233 <p>Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana pendidikan multikultural diterapkan untuk membangun toleransi di antara organisasi Islam di sekolah dasar Islam Karangjati. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan lewat observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru PAI, dan siswa kelas IV. Penelitian ini berfokus pada cara mengajarkan nilai toleransi terkait perbedaan organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya melalui pembelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan keagamaan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dilakukan dengan memasukkan nilai toleransi dalam pembelajaran, membiasakan sikap saling menghargai, serta mencontohkan sikap guru dalam perbedaan praktik ibadah. Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang menekankan ukhuwah Islamiyah dan persatuan tanpa membedakan organisasi siswa. Guru berperan sebagai agen sosialisasi utama yang sangat memengaruhi pembentukan sikap terbuka, menghargai perbedaan, dan mengurangi potensi konflik antar siswa. Dengan demikian, pendidikan multikultural di SD Islam berperan penting dalam membangun toleransi antarorganisasi Islam sejak dini secara berkelanjutan.</p> <p>&nbsp;</p> Rizqi Aulia Amania Saputri, Muh. Hanif Hak Cipta (c) 2026 Rizqi Aulia Amania Saputri, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/al-irsyad/article/view/233 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0700