ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/ATH-THALIB
<p>“ATH-THALIB: Jurnal Mahasiswa STIT Tanggamus” merupakan platform publikasi jurnal yang mulai diresmikan pada tahun 2023. Jurnal Ath-Thalib diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus. Jurnal Ath-Thalib telah terverifikasi pada Online Journal System (OJS) dibawah naungan jurnal.stittanggamus.ac.id sejak awal penerbitannya. Jurnal Ath-Thalib akan rutin menerbitkan jurnal dalam 1 edisi per tahun. Karya yang diterbitkan merupakan suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa yang berkolaborasi dengan dosen pemimbing skripsi. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Pendidikan Islam, baik sebagai objek material dan atau sebagai objek formal.</p>Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamusid-IDATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA3025-2873Rendahnya Budaya Literasi Peserta Didik dan Ancaman Penyebaran Hoaks di Era Media Sosial
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/ATH-THALIB/article/view/252
<p>Rendahnya budaya literasi peserta didik di Indonesia menjadi salah satu problematika pendidikan yang mendesak untuk ditangani. Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara dalam hal tingkat literasi, kondisi ini berdampak serius terhadap kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi yang beredar, khususnya di era media sosial yang berkembang pesat. Rendahnya literasi membuka celah yang lebar bagi penyebaran berita hoaks di kalangan pelajar dan masyarakat umum. Media sosial sebagai media penyebaran informasi tercepat justru menjadi sarana yang memperparah kondisi tersebut apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara rendahnya budaya literasi peserta didik dengan ancaman penyebaran hoaks di era media sosial, serta meninjau kebijakan pendidikan yang telah diterapkan pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian literatur berdasarkan berbagai sumber kebijakan dan teori pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan budaya literasi sejak dini merupakan langkah krusial dalam membentengi peserta didik dari dampak negatif penyebaran hoaks di media sosial.</p>Samriah. SNeneng Hasanah
Hak Cipta (c) 2026 Samriah. S, Neneng Hasanah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-3130116Dinamika pola asuh terlembagakan di pondok pesantren dalam membentuk perkembangan sosial emosional santri jenjang smp kelas 7
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/ATH-THALIB/article/view/272
<p>Masa peralihan santri baru di pondok pesantren sering menyebabkan dinamika emosional yang mengakibatkan perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dinamika pola asuh terlembagakan di pondok pesantren Al-Hidayah karangsuci ini bagaimana kepengurusan pengasuhan tersebut membentuk kemandirian serta perkembangan sosial-emosional santri baru jenjang SMP kelas 7. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah <em>kualitatif deskriptif</em>. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi melibatkan pengasuh, ustadz, serta santri. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa pola asuh terlembagakan melalui pembiasaan disiplin, pendampingan wali kamar, dan adanya kegiatan yang mampu menciptakan kemandirian santri secara bertahap. Meskipun terdapat hambatan <em>homesickness</em> pada awal peralihan, penetapan perarturan pesantren terbukti melatih kecerdasan emosional dan adaptasi sosial santri dalam lingkungan bersama. Hasilnya, pengasuhan pesantren yang tetata membawa hasil mendukung kemandirian dan kematangan sosial-emosional santri baru.</p>Toifatus Solihah
Hak Cipta (c) 2026 Toifatus Solihah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-08-012026-08-01301713Pengaruh Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Amerika Serikat terhadap Pengembangan Kreativitas dan Berpikir Kritis Siswa: Kajian Literatur
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/ATH-THALIB/article/view/273
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan desentralisasi pendidikan di Amerika Serikat terhadap pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan kajian literatur. Kebijakan desentralisasi yang memberikan otonomi luas kepada pemerintah negara bagian dan distrik sekolah lokal telah menciptakan keberagaman pendekatan pembelajaran yang mendukung inovasi, namun sekaligus memunculkan ketimpangan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan desentralisasi berkontribusi positif terhadap pengembangan kreativitas siswa melalui fleksibilitas kurikulum yang memungkinkan pembelajaran student-centered berbasis filosofi pragmatisme John Dewey. Namun, kebijakan standar pengujian (standardized testing) dalam Every Student Succeeds Act (ESSA) berpotensi menghambat pengembangan berpikir kritis karena mendorong pola "teaching to the test". Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan pendidikan di Indonesia dalam merumuskan pendekatan yang menyeimbangkan standar nasional dan otonomi daerah.</p>KamsiahNeneng Hasanah
Hak Cipta (c) 2026 Kamsiah, Neneng Hasanah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-08-012026-08-013011421Tekanan Gaokao dan Implikasinya terhadap Kesehatan Mental Siswa Analisis Kritis Sistem Ujian Nasional Tiongkok dalam Perspektif Pendidikan Islam
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/ATH-THALIB/article/view/274
<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis dampak tekanan sistem ujian nasional Gaokao di Tiongkok terhadap kondisi kesehatan mental siswa, serta menganalisis relevansinya dari perspektif pendidikan Islam. Gaokao merupakan ujian masuk perguruan tinggi yang bersifat high-stakes dan sekali seumur hidup, sehingga memunculkan budaya belajar ekstrem yang berdampak pada kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tekanan Gaokao menciptakan fenomena involution (nèijuǎn) di mana kompetisi akademik yang destruktif mengorbankan kesejahteraan psikologis generasi muda. Di sisi lain, Islam memandang pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik semata, melainkan proses pembentukan insan kamil yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Implikasi kajian ini menawarkan perspektif alternatif bahwa sistem evaluasi pendidikan seharusnya menempatkan kesehatan mental dan karakter sebagai bagian integral dari keberhasilan pendidikan, bukan hanya skor ujian.</p>Nur AiniNeneng Hasanah
Hak Cipta (c) 2026 Nur Aini, Neneng Hasanah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-08-012026-08-013012228PERAN ETIKA DALAM KEMAJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/ATH-THALIB/article/view/333
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika dalam mendorong kemajuan sistem pendidikan nasional Indonesia yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membutuhkan fondasi etika yang kuat agar menghasilkan generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan beradab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan dengan tema etika dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemajuan pendidikan melalui empat aspek utama, yaitu sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas dan bermoral; sebagai pedoman perilaku pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya; sebagai basis pengembangan budaya sekolah yang kondusif dan harmonis; serta sebagai filter terhadap pengaruh negatif modernisasi dan globalisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan nasional tidak dapat mencapai tujuannya secara optimal tanpa internalisasi nilai-nilai etika yang menjadi ruh dari proses pembelajaran. Simpulan penelitian menyatakan bahwa etika berperan krusial dalam menjaga kualitas pendidikan dengan menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati, serta mencegah degradasi moral dalam lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, integrasi antara nilai-nilai etika dan sistem pendidikan nasional merupakan kunci bagi terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter</p>FatmayatiAgung Kurniawan
Hak Cipta (c) 2026 Fatmayati, Muhammad Agung Kurniawan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-08-012026-08-013012939