Jurnal Ilmu Tarbiyah
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/JIT
<p align="justify">Jurnal Ilmu Tarbiyah adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tanggamus. Jurnal ini mengkhususkan diri pada kajian ilmu dan penelitian pendidikan Islam. Jurnal ini mengundang para ilmuwan, cendekiawan, profesional, dan peneliti di bidang pendidikan Islam dalam bentuk kontribusi artikel untuk diterbitkan dan disebarluaskan melalui: mekanisme pemilihan artikel, kritik resensi, dan proses penyuntingan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.</p> <p align="justify">Jurnal Ilmu Tarbiyah berfokus pada isu-isu yang ditemukan di bidang Pendidikan Islam, baik sebagai objek material dan atau sebagai objek formal. Kami mengundang para ilmuwan, akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerhati di bidang Pendidikan Islam untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka.</p> <p align="justify">ISSN Online : 2963-7058</p>STIT TANGGAMUSid-IDJurnal Ilmu Tarbiyah2963-7058INTEGRASI ESTETIKA DAN SPIRITUALITAS DALAM SENI KALIGRAFI: KONTRIBUSINYA BAGI PERADABAN ISLAM
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/JIT/article/view/158
<p>Penelitian ini mengkaji integrasi estetika dan spiritualitas dalam seni kaligrafi Islam serta kontribusinya terhadap peradaban Islam dari masa klasik hingga era globalisasi. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis karya-karya kaligrafi dari perspektif keindahan visual dan kedalaman makna spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa kaligrafi berfungsi tidak hanya sebagai ekspresi seni, tetapi juga sebagai media pendidikan, pelestarian nilai-nilai Islam, dan penguatan identitas budaya. Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, seni kaligrafi tetap relevan melalui adaptasi media dan teknik, tanpa kehilangan esensi spiritualnya. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan peran kaligrafi dalam pendidikan, diplomasi budaya, dan inovasi media menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan kontribusinya bagi peradaban Islam.</p>Waluyo Erry Wahyudi
Hak Cipta (c) 2025 Waluyo Erry Wahyudi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-042025-12-0442091810.66237/jit.v4i2.158Peran Etika Profesi dalam Meningkatkan Kualitas dan Integritas Guru di Era Globalisasi.
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/JIT/article/view/126
<p>This article explores the role of professional ethics in enhancing the quality and integrity of teachers amidst the challenges of globalization and technological advancement. Professional ethics are understood as a moral compass that guides teachers to perform their duties with professionalism. In modern education, teachers not only transmit knowledge but also serve as moral role models, mentors, and agents of social change. Using a qualitative, literature-based approach, this study identifies that the internalization of ethical values such as honesty, responsibility, and fairness significantly impacts teaching quality and student character development. Ethics also strengthen teacher integrity in dealing with dilemmas such as technology use, digital misuse, and privacy threats. By consistently applying ethical principles, teachers can create a conducive learning environment, build public trust, and reinforce their strategic role as change agents. Therefore, the implementation of professional ethics must become part of the school culture, supported by regular ethical training to ensure the sustainability of educational quality.<br>Keywords: professional ethics; teacher; integrity; education quality; globalization.</p> <p>Artikel ini membahas peran etika profesi dalam meningkatkan kualitas dan integritas guru di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi. Etika profesi dipahami sebagai pedoman moral yang mengarahkan tindakan guru agar profesional dalam menjalankan tugasnya. Dalam konteks pendidikan modern, guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, melainkan juga menjadi teladan moral, pembimbing, dan penggerak perubahan sosial. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, artikel ini mengidentifikasi bahwa internalisasi nilai-nilai etika seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan sangat berpengaruh terhadap peningkatan mutu pengajaran serta pembentukan karakter siswa. Etika profesi juga memperkuat integritas guru dalam menghadapi berbagai dilema, seperti penggunaan teknologi, penyalahgunaan media digital, dan ancaman terhadap privasi. Dengan menerapkan etika secara konsisten, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, membangun kepercayaan publik, dan menegaskan peran strategisnya sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, penerapan etika profesi dalam praktik pendidikan harus menjadi budaya sekolah yang didukung oleh pelatihan etis secara berkala guna memastikan keberlanjutan kualitas pendidikan.<br>Kata kunci: etika profesi; guru; integritas; kualitas pendidikan; globalisasi.</p>Kartika Sulistioningrum
Hak Cipta (c) 2025 Kartika Sulistioningrum
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-042025-12-0442313810.66237/jit.v4i2.126Pendidikan Islam Sebagai Inti Pendidikan Nasional
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/JIT/article/view/159
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi strategis pendidikan Islam sebagai inti pendidikan nasional dalam konteks Indonesia, dengan meneliti dimensi kebijakan, kerangka kurikuler, pengembangan karakter, dan hambatan yang terkait dengan realisasi nilai-nilai Islam di era digital kontemporer. Berasal dari dikotomi yang terus-menerus antara pendidikan agama dan pendidikan sekuler, penelitian ini membuktikan bahwa baik secara filosofis maupun hukum, tujuan pendidikan nasional sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam sebagaimana diartikulasikan dalam UU No. 20 tahun 2003. Menggunakan metodologi kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur yang ekstensif, data diperoleh dari jurnal ilmiah dan dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan secara tematis, dengan fokus pada empat bidang utama: kontribusi pendidikan Islam terhadap kebijakan nasional, penggabungan nilai-nilai Islam dalam kurikulum, pentingnya nilai-nilai Islam dalam budidaya karakter, dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya selama era digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berfungsi sebagai landasan moral dan spiritual untuk pendidikan nasional, memfasilitasi pemeliharaan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, etika, dan spiritual melalui adaptasi kurikuler dan inovasi pedagogis sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.</p>Agus Faisal Asyha
Hak Cipta (c) 2025 Agus Faisal Asyha
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-11-042025-11-0442193010.66237/jit.v4i2.159PROFESIONALISME GURU DI TENGAH ARUS KOMERSIALISASI PENDIDIKAN
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/JIT/article/view/129
<p>Transformasi pendidikan di era globalisasi telah menjadikan pendidikan sebagai komoditas ekonomi, menimbulkan tekanan terhadap profesionalisme guru. Komersialisasi ini menempatkan institusi pendidikan dalam kerangka bisnis, dengan orientasi keuntungan yang seringkali menggeser misi utama pendidikan sebagai sarana pengembangan manusia seutuhnya. Artikel ini mengkaji bagaimana guru mempertahankan profesionalisme dalam kondisi tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis literatur relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa integritas moral, kompetensi pedagogik, dan nilai-nilai kemanusiaan merupakan fondasi utama profesionalisme guru. Guru dituntut untuk tetap idealis dan berorientasi pada kepentingan peserta didik meskipun berada dalam tekanan pasar. Temuan ini menjadi refleksi penting bagi para pemangku kepentingan dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis dan berkualitas.</p>Gina Hadai Yani Fitri
Hak Cipta (c) 2025 Gina Hadai Yani Fitri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-042025-12-0442394510.66237/jit.v4i2.129IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM PONDOK PESANTREN DARUSSA’ADAH MOJOAGUNG GUNUNG SUGIH LAMPUNG TENGAH
https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/JIT/article/view/65
<p>Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam berbeda dengan sistem pendidikan pada umumnya, pesantren memiliki ciri khas yang unik dan menojol diantaranya yaitu adanya hubungan yang akrab antara santri dan kiainya, kepatuhan santri kepada kiai, hidup hemat dan sederhana benar-benar di wujudkan dalam pesantren, kemandirian amat terasa di pesantren, jiwa tolong menolong dan suasana persaudaraan sangat mewarnai dalam pergaulan di pesantren, disiplin sangat dianjurkan dalam pesantren. ciri-ciri tersebut merupakan gambaran sesok pesantren dalam bentuk yang masih murni yaitu pesantren yang masih teradisional.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pendidikan Islam Santri Pondok Pesantren Darussa’adah, untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan Islam Santri Pondok Pesantren Darussa’adah, dan untuk mengetahui Faktor yang mempengaruhi Pendidikan Islam Santri Pondok Pesantren Darussa’adah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya mendeskripsikan kenyataan secara benar. Sumber data yang digunakanadalahsumber data primer dansumber data sekunder, diantaranyaadalah Pengasuh, Pengurus, Ustadz dan Ustadzah dan Santri.Metodepengumpulan data yaituobservasi, wawancaradandokumentasi.Uji keabsahan data yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber dan dianalisissecaraberkesinambungandengancaramereduksi data, display data, verifikasi data.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Implementasi pendidikan akhlakul karimah di pondok pesantren Darussa'adah Mojoagung dilaksanakan dengan cara ustadz mengenalkan kitab-kitab yang diajarkan dan membina, membimbing santri, dengan aturan-aturan yang sesui peraturan tata tertib yang ada di pondok. Serta pengurus selama 24 jam mengawasi dan membimbing kegiatan belajar mengajar santri dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi selama 24 jam kecuali hari libur.2) Metode Implementasi Pendidikan Islam Santri Pondok Pesantren Darussa’adah yaitu adalah Metode Ceramah, Metode Kisah, Metode Pembiasaan, Metode Teladan dan Metode Reward and Punishment.3) Faktor yang mempengaruhi Pendidikan Islam Santri Pondok Pesantren Darussa’adah yaitu; Faktor Pendukung, Fasilitas dan Santri Mudah Dinasehati dan Faktor Penghambat, Media Elektronik, Sifat Keduniawian dan Kurangnya Kesadaran Santri dalam Melakukan Kegiatan Kegamaan.</p>Rifa'i Sofyan
Hak Cipta (c) 2025 Rifa'i
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-042025-12-0442010810.66237/jit.v4i2.65