Jurnal Iqra: Pendidikan Islam Anak Usia Dini https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/iqra <p>Jurnal Iqra adalah publikasi ilmiah yang fokus pada Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Jurnal ini bertujuan untuk menyajikan artikel-artikel terkait dengan metodologi pengajaran, kurikulum, pembelajaran kognitif dan sosial, serta pengembangan karakter dalam konteks pendidikan Islam untuk anak usia dini. Jurnal Iqra mempromosikan penelitian terbaru, praktik terbaik, dan pemikiran inovatif dalam bidang ini, memberikan kontribusi yang berharga untuk pengembangan Pendidikan Islam Anak Usia Dini.</p> <p><strong>ISSN (3124-4971)</strong></p> PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI STIT TANGGAMUS id-ID Jurnal Iqra: Pendidikan Islam Anak Usia Dini 3124-4971 Dampak Paparan Screen Time Terhadap Perkembangan Sosio-Emosional Anak Usia Dini di Era Digital https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/iqra/article/view/294 <p><!--StartFragment--></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; border: none; mso-padding-alt: 31.0pt 31.0pt 31.0pt 31.0pt; mso-border-shadow: yes; margin: 0cm 49.6pt 0cm 1.0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Candara',sans-serif; mso-fareast-font-family: Candara; mso-bidi-font-family: Candara; color: black; mso-ansi-language: EN-US;">Era digital telah mengubah pola asuh dan interaksi anak usia dini, di mana penggunaan gawai (<em>screen time</em>) menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun menawarkan stimulasi visual yang kaya, paparan <em>screen time</em> yang berlebihan tanpa pengawasan berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang anak.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; border: none; mso-padding-alt: 31.0pt 31.0pt 31.0pt 31.0pt; mso-border-shadow: yes; margin: 0cm 49.6pt 0cm 1.0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Candara',sans-serif; mso-fareast-font-family: Candara; mso-bidi-font-family: Candara; color: black; mso-ansi-language: EN-US;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan <em>screen time</em> terhadap perkembangan sosio-emosional anak usia dini di era digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; border: none; mso-padding-alt: 31.0pt 31.0pt 31.0pt 31.0pt; mso-border-shadow: yes; margin: 0cm 49.6pt 0cm 1.0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Candara',sans-serif; mso-fareast-font-family: Candara; mso-bidi-font-family: Candara; color: black; mso-ansi-language: EN-US;">Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain <em>korelasional.</em> Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diisi oleh orang tua, observasi perilaku anak, serta wawancara mendalam. Sampel penelitian 15 orang tua yang memiliki anak berusia 3–6 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik <em>regresi linear</em> untuk melihat hubungan antar variabel.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; border: none; mso-padding-alt: 31.0pt 31.0pt 31.0pt 31.0pt; mso-border-shadow: yes; margin: 0cm 49.6pt 0cm 1.0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Candara',sans-serif; mso-fareast-font-family: Candara; mso-bidi-font-family: Candara; color: black; mso-ansi-language: EN-US;">Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas <em>screen time</em> yang tinggi (lebih dari 1–2 jam per hari) berkorelasi signifikan dengan penurunan kemampuan sosio-emosional anak. Dampak negatif yang ditemukan meliputi keterlambatan dalam berempati, kesulitan meregulasi emosi (tantrum), penurunan fokus, serta berkurangnya minat untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Sebaliknya, anak dengan batasan <em>screen time</em> yang ketat disertai pendampingan aktif dari orang tua (<em>active mediation</em>) menunjukkan stabilitas emosi dan keterampilan sosial yang lebih baik.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; border: none; mso-padding-alt: 31.0pt 31.0pt 31.0pt 31.0pt; mso-border-shadow: yes; margin: 0cm 49.6pt 0cm 1.0cm;"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Candara',sans-serif; mso-fareast-font-family: Candara; mso-bidi-font-family: Candara; color: black; mso-ansi-language: EN-US;">Paparan <em>screen time</em> yang tidak terkontrol secara signifikan menghambat perkembangan sosio-emosional anak usia dini di era digital. Peran aktif orang tua dalam membatasi durasi, menyeleksi konten, dan memberikan stimulasi interaksi interpersonal di dunia nyata sangat krusial untuk meminimalkan dampak negatif tersebut.</span></p> <p><!--EndFragment--></p> Yuli Martuti Desi Windari Ridwana Hak Cipta (c) 2026 yulimartuti, Desi Windari, Ridwana 2026-07-31 2026-07-31 1 02 1 8 Kebijakan Pendidikan Islam Di Turki: Antara Sekularisme Dan Revitalisasi Nilai-Nilai Agama Dalam Sistem Pendidikan Nasional https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/iqra/article/view/304 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan pendidikan Islam di Turki dalam konteks ketegangan antara nilai-nilai sekularisme yang diwariskan Atatürk dan upaya revitalisasi pendidikan keagamaan di era kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis dokumen dan studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur akademik, dokumen kebijakan pemerintah Turki, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, reformasi sistem 4+4+4 yang diperkenalkan pada tahun 2012 mencerminkan pergeseran orientasi kebijakan pendidikan dari sekuler murni menuju integrasi nilai-nilai Islam; kedua, revitalisasi sekolah Imam Hatip sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan berbasis agama berdampak signifikan terhadap peta kelembagaan pendidikan nasional Turki; ketiga, ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan serta persoalan pendidikan anak pengungsi Suriah menjadi tantangan struktural yang belum terselesaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan Turki berada dalam kondisi transisi yang kompleks, di mana kepentingan ideologis, kebutuhan sosial, dan tuntutan globalisasi saling berinteraksi secara dinamis. Implikasi temuan ini relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan Islam di negara-negara yang tengah menghadapi dikotomi serupa antara modernisasi dan pelestarian identitas keagamaan.</p> Hayun Pratiwi Neneng Hasanah Hak Cipta (c) 2026 Hayun Pratiwi, Neneng Hasanah 2026-07-31 2026-07-31 1 02 9 17 SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN: MODAL BUDAYA KELUARGA SANTRI DALAM MENENTUKAN PILIHAN PENDIDIKAN PESANTREN MODERN https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/iqra/article/view/310 <p>Artikel ini dirancang untuk mengkaji modal budaya keluarga santri dalam menentukan pilihan pendidikan pesantren modern dalam perspektif sosiologi lembaga pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada argumen bahwa pilihan keluarga terhadap pesantren modern dipengaruhi oleh modal budaya berupa orientasi keagamaan, aspirasi pendidikan, dan persepsi tentang masa depan anak. Masalah ini penting karena lembaga pendidikan tidak hanya menjadi tempat transmisi pengetahuan, tetapi juga arena pembentukan relasi sosial, nilai, kepatuhan, identitas, dan peluang hidup peserta didik. Penelitian dirancang dengan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data utama diarahkan untuk membaca tiga bukti empiris: alasan orang tua memilih pesantren modern dibanding sekolah umum atau pesantren salaf.; latar pendidikan, pekerjaan, dan budaya keagamaan keluarga santri.; serta harapan orang tua terhadap kemampuan agama, bahasa, akademik, dan kemandirian anak.. Secara konseptual, artikel ini bertumpu pada modal budaya keluarga, pilihan pesantren modern, dan aspirasi pendidikan anak sebagai pisau baca. Kontribusi artikel terletak pada penyusunan penjelasan empiris yang menghubungkan praktik keseharian lembaga pendidikan dengan struktur sosial yang lebih luas. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan membantu mahasiswa menyusun artikel yang tidak sekadar deskriptif, tetapi analitis, argumentatif, dan relevan bagi pengembangan mutu pendidikan Islam.</p> Ismah Lailanida Muh. Hanif Hak Cipta (c) 2026 Islam Lailanida, Muh. Hanif 2026-07-31 2026-07-31 1 02 18 37 INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS KISAH ISLAMI DALAM INTERNALISASI AKHLAKUL KARIMAH ANAK USIA DINI https://jurnal.stittanggamus.ac.id/index.php/iqra/article/view/184 <p>Internalisasi akhlakul karimah pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat kognitif, melainkan juga menyentuh aspek afektif dan konseptual anak. Metode berkisah konvensional sering kali kurang optimal karena media yang monoton dan minim strategi internalisasi, sehingga anak cepat bosan serta rentan terhadap paparan televisi non pendidikan dan pengaruh lingkungan. Penelitian studi literatur kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis inovasi pembelajaran berbasis kisah Islami pada anak usia dini. Hasil sintesis menunjukkan inovasi efektif melalui arsitektur formula 3P: Personalisasi, Partisipasi, Pembiasaan Digital. Personalisasi diwujudkan melalui integrasi media visual digital <em>short-form</em> dengan estetika kompetitif. Partisipasi diaktifkan via teknik <em>active storytelling</em> yang memposisikan anak sebagai kreator nilai. Pembiasaan kontekstual diterapkan melalui skema Digital <em>Detox Swap</em> terkontrol sebelum tidur. Internalisasi akhlakul karimah menunjukkan dampak positif pada indikator kejujuran, sopan santun, empati, dan saling membantu. Nilai Islami bertransformasi dari pengetahuan menjadi perilaku keseharian, sekaligus membangun imunitas digital anak. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi pedagogis pendidik dalam desain media visual digital, penerapan strategi <em>re-storytelling</em> partisipatif, serta pengujian eksperimental formula 3P untuk mengukur dampak kuantitatifnya.</p> siti fatimah azzahro Aniyawati Hak Cipta (c) 2026 Siti Fatimah Azzahro 2026-07-31 2026-07-31 1 02 38 50