Dampak Paparan Screen Time Terhadap Perkembangan Sosio-Emosional Anak Usia Dini di Era Digital
Kata Kunci:
Screentime., Perkembangan Sosial-Emosional., Anak Usia Dini, literasi digital, Sosial emosional, Pola asuhAbstrak
Era digital telah mengubah pola asuh dan interaksi anak usia dini, di mana penggunaan gawai (screen time) menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun menawarkan stimulasi visual yang kaya, paparan screen time yang berlebihan tanpa pengawasan berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang anak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan screen time terhadap perkembangan sosio-emosional anak usia dini di era digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diisi oleh orang tua, observasi perilaku anak, serta wawancara mendalam. Sampel penelitian 15 orang tua yang memiliki anak berusia 3–6 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik regresi linear untuk melihat hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas screen time yang tinggi (lebih dari 1–2 jam per hari) berkorelasi signifikan dengan penurunan kemampuan sosio-emosional anak. Dampak negatif yang ditemukan meliputi keterlambatan dalam berempati, kesulitan meregulasi emosi (tantrum), penurunan fokus, serta berkurangnya minat untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Sebaliknya, anak dengan batasan screen time yang ketat disertai pendampingan aktif dari orang tua (active mediation) menunjukkan stabilitas emosi dan keterampilan sosial yang lebih baik.
Paparan screen time yang tidak terkontrol secara signifikan menghambat perkembangan sosio-emosional anak usia dini di era digital. Peran aktif orang tua dalam membatasi durasi, menyeleksi konten, dan memberikan stimulasi interaksi interpersonal di dunia nyata sangat krusial untuk meminimalkan dampak negatif tersebut.






