Kebijakan Pendidikan Islam Di Turki: Antara Sekularisme Dan Revitalisasi Nilai-Nilai Agama Dalam Sistem Pendidikan Nasional
Kata Kunci:
manajemen pendidikan Islam, sekularisme, reformasi 4 4 4, sekolah imam hatip, turkiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kebijakan pendidikan Islam di Turki dalam konteks ketegangan antara nilai-nilai sekularisme yang diwariskan Atatürk dan upaya revitalisasi pendidikan keagamaan di era kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis dokumen dan studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur akademik, dokumen kebijakan pemerintah Turki, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, reformasi sistem 4+4+4 yang diperkenalkan pada tahun 2012 mencerminkan pergeseran orientasi kebijakan pendidikan dari sekuler murni menuju integrasi nilai-nilai Islam; kedua, revitalisasi sekolah Imam Hatip sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan berbasis agama berdampak signifikan terhadap peta kelembagaan pendidikan nasional Turki; ketiga, ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan serta persoalan pendidikan anak pengungsi Suriah menjadi tantangan struktural yang belum terselesaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pendidikan Turki berada dalam kondisi transisi yang kompleks, di mana kepentingan ideologis, kebutuhan sosial, dan tuntutan globalisasi saling berinteraksi secara dinamis. Implikasi temuan ini relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan Islam di negara-negara yang tengah menghadapi dikotomi serupa antara modernisasi dan pelestarian identitas keagamaan.






