MODERASI BERAGAMA (WASATHIYYAH) DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MODERN
Kata Kunci:
Moderasi beragama, wasathiyyah, kurikulum pendidikan Islam, integrasi kurikuler, pendidikan Islam modernAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan kerangka integrasi moderasi beragama (wasathiyyah) secara komprehensif ke dalam kurikulum pendidikan Islam modern, mencakup aspek filosofis, teoretis, hingga implementatif. Latar belakang penelitian ini didasari oleh menguatnya arus radikalisme dan ekstremisme yang menyusup melalui pemahaman keagamaan sempit di ruang pendidikan, serta adanya kesenjangan dalam literatur yang masih bersifat parsial dan belum memberikan kerangka utuh tentang rekonstruksi kurikulum berbasis wasathiyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Sumber data primer berupa dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka dan dokumen Wasathiyyah Islam dari Kementerian Agama RI, sementara sumber sekunder terdiri dari buku akademik, artikel jurnal terindeks, dan prosiding seminar. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi wasathiyyah memerlukan pergeseran paradigma dari pendekatan aditif (penambahan materi) menuju paradigma kurikuler yang menyeluruh, dengan merekonstruksi empat komponen kurikulum secara simultan: tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Landasan filosofis-teologis wasathiyyah yang bersumber pada QS. Al-Baqarah: 143 dan prinsip golden mean menjadi fondasi normatif yang harus diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan kontekstual. Dilema struktural antara tradisi pesantren dan modernisasi dapat diatasi melalui adaptasi kreatif nilai-nilai klasik tanpa mereduksi substansi. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketimpangan antara kebijakan makro dan implementasi mikro menuntut penguatan kapasitas guru secara sistematis, serta pendekatan holistik yang melibatkan budaya sekolah dan kegiatan kokurikuler-ekstrakurikuler. Kontribusi penelitian ini adalah menyusun kerangka integratif yang memosisikan moderasi beragama tidak sekadar materi ajar tambahan, melainkan sebagai paradigma yang memengaruhi seluruh komponen pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan pendampingan guru berkelanjutan, revitalisasi kurikulum LPTK, serta studi empiris lanjutan untuk mengukur efektivitas implementasi.





